Senin, 16 Maret 2015

INDAHNYA BERBAGI 

Pada suatu sore pertengahan Februari, saya berjalan menuju Arah Jalan Pulang Waktu itu hujan rintik. Sebelum sampai di Rumah saya berteduh di suatu tempat yang bersebelahan dengan sebuah gedung yang telah kusam , saya terkesiap ketika memandang ke arah kanan.
Tempat dimana ada gerobak sampah. Dia, seorang tukang kebersihan yang tua, sedang mencurahkan kasih sayangnya. Lembut dan perhatian, dia menyuapi tiga ekor kucing dengan sisa susu kental manis yang ditemunya diantara sampah.
Tukang kebersihan itu khusuk. Tak peduli hujan rintik memukul tubuh keringnya. Dia mencurahkan perhatian pada tiga kucing yang sedang terlihat lapar. Tukang kebersihan tua itu membuka kaleng susu kental manis dengan payah. Beberapa kali congkelan besi kecil di tangannya akhirnya berhasil membuka lebih lebar kaleng susu tersebut.
Sang tua tukang kebersihan segera menuangkan tetes susu manis tersebut ke dekat dua kucing berbulu putih. Lalu, manja sekali kucing-kucing itu menikmatinya. Sedangkan hujan makin rintik, angin melempar dingin ke setiap penjuru. Saya menggigil. Namun, melihat sang tua yang begitu cinta, saya makin menggigil.
Saya melihat kemegahan cinta di antara tumpukan sampah, bau asam dan lendir sisa-sisa makanan. Ini bukan hal remeh. Sebab tidak setiap insan mampu melakukannya. Hanya terhadap binatang liar, ia seperti mengabdi tanpa beban. Hati kecil bertanya, kepada siapa dia sang tua tukang kebersihan itu sesungguhnya mengabdi?

Jika dia mengabdi kepada kucing semata, tentu tidak mungkin. Sebab kucing tidak akan memberinya balasan materi. Sepertinya halnya banyak bawahan, pejabat pemerintahan, perusahaan atau organisasi rela mengabdi kepada atasan agar teruntungkan dari segi apapun. Akan tetapi itu adalah pengabdian semu, palsu. Pengabdian yang bersandiwara. Sebab memiliki harga, memiliki price tag. Sedangkan sang tua tukang sampah tersebut tidak akan memberi price tag pada pengabdiannya.
Sang tua tukang kebersihan sampah, dalam tafsir saya, sedang mengabdi pada cinta, pada sebentuk kasih sayang paling murni. Yaitu cinta yang tak berharap meminta kembali, namun cinta yang memancar dan memberi. Seperti halnya para salih yang sangat dekat dengan cahaya Tuhan. Sang tua ini, bagi saya adalah kemegahan cinta itu sendiri.
Bagaimana dengan para pemimpin politik, pejabat dan insan-insan yang memiliki sumber kekuasaan? Apakah mereka bisa mengabdi karena memiliki kemegahan cinta dalam rumah hidupnya? Jika ya, mengapa masih saja ditemukan para pejabat korup, pejabat yang abai pada insan-insan tidak mampu. Atau pemilik modal ekonomi besar yang lebih berat memikirkan cara akumulasi profit dan kekayaannya sendiri.
Begitu pun diri ini, berkaca pada sang tua tukang kebersihan sampah. Apa benar selama ini telah mengabdi tanpa price tag, tanpa harapan akumulasi profit? Ah pertanyaan ini benar-benar menyudutkan, memancing ego mencari pembenaran.
#Semakin lama memang semakin banyak hitungan hari, Tapi pada hakikatnya setiap hari berkurang terus, bahkan mendekati batas akhir, Kematian ( Al Hikam - Ibnu Athoilah Al Iskandari ) 
#Maka Berbagilah karena berbagi itu dasarnya indah 

Minggu, 15 Maret 2015

Aneka Ragam PKG
Saya agak tergelitik membaca pernyataan teman-teman operator. Terkesan membedakan PKG yang dilakukan PADAMU NEGERI dan PKG yang akan dilakukan P2TK melalui aplikasi khusus pengawas.
Sebenarnya PKG itu hanya satu. Di PADAMU dan P2TK kita hanya meng-entry hasil PKG yang sudah ada. Tanpa diminta PADAMU dan P2TK, PKG memang wajib dilakukan sejak tahun 2014. Karena PKG dibutuhkan untuk pengusulan kenaikan pangkat di BKN.
PKG seharusnya dilakukan sejak tahun 2013. Tapi ada kebijakan untuk diundur pemberlakuannya mulai 2014. Untuk 2013 kenaikan pangkat masih diperbolehkan menggunakan pola lama.
PKG sendiri sudah lahir 6 tahun yang lalu. Ketika Kemenpan RB mengeluarkan Permen No. 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
Saya sendiri sudah beberapa kali mengikuti pelatihan dan sosialisasi PKG yang diadakan dinas. Yang pertama tahun 2011.
Jadi teman-teman jangan terkecoh jika PADAMU dan P2TK meminta PKG. Sampai menyangka PKG PADAMU dan P2TK berbeda. Format berbeda.
Semua PKG sama. Bentuknya sama, formatnya sama. Sesuai dengan Permendiknas No. 35 tahun 2010 tentang Petunjuk teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Terdiri dari 14 kompetensi dan 78 indikator. Yang merupakan penjabaran dari 4 kompetensi guru profesional.
Tinggal kita kopi dan berikan kepada pihak-pihak yang memintanya. Entah itu PADAMU, P2TK, BKN, Dinas dan sebagainya. Baik secara online atau ofline, dientry atau dikirim. Berupa file atau kertas. Pokoknya, kasi daaah.....***

FORMAT NILAI PKG DAN REVISI FORMAT SEBELUMNYA

Format PKG Kolektif Sekaligus Perbaikan Dari Format PKG Sebelumnya, Klo Kurang Sesuai Sesuaikan Sendiri 

download :
https://www.dropbox.com/s/bdgc7rfdrhmfilf/BLANGKO%20APLIKASI%20PKG.zip?dl=0
GORESAN PENA SANG TERBUANG

Bahasa Tingkat tinggi dalam Diplomasi..
Apalah guna Diplomasi bila Sikap sama-sama merasa paling benar bukan saling membutuhkan,
dalam Berdiplomasi hilangkan sifat merasa "Waahh" dari kubu Lawan,Kubu lawan pun demikian,..
perdamaian akan terwujud bila sama-sama mengakui kebenaran, kebenaran yang murni dari Hati,
serta Suara Insan yang telah lelah melihat peperangan..

ini Bukan Wall Street, dimana Pialang Saham berebut keuntungan dan menggunakan Diplomasi sebagai Topeng demi sebuah keuntungan..
Budaya kita, budaya Musyawarah, Budaya Turun Temurun NKRI,Perang Proyektil, Perang Opini,
dan Argumentasi tidak akan pernah menyelesaikan sebuah masalah, melainkan melahirkan Duka,duka yang akan dirasakan dan tercatat dalam Sejarah..


Musyawarah dapat digunakan untuk mendapatkan solusi untuk menghadapi berbagai masalah dalam hidup bermasyarakat.
Masalah tersebut meliputi ekonomi, pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.
Setiap peserta musyawarah memiliki hak yang sama dalam mengutarakan pendapat dan memiliki kewajiban yang sama untuk menjalankan hasil keputusan musyawarah,
sehingga terdapat persamaan hak antara semua peserta musyawarah, tidak perduli apapun jabatannya.
Musyawarah juga tidak membedakan status sosial, tanpa perlu mengalang simpati atau empati, jalankan Musyawarah..
Tidak perlu kalian yang menilai layak atau tidaknya hasil Keputusan Musyawarah, NKRI adalah Negara yang memegang Mufakat,.
biarkan kami yang menilai hasil keputusan dari Diplomasi yang kalian lakukan diatas sana,
yang membutakan kami dengan Opini-Opini yang bersifat mengaburkan kesalahan-kesalahan pihak yang sedang berdiplomasi..
Kami cuma menginginkan hasil Keputusan bersama dan tertuang dalam sebuah Putusan baru, bukan Keputusan sepihak..

CMIIW





Persyaratan Penerbitan SKTP Tahun Anggaran 2015 

Salah satu persyaratan penerbitan SKTP adalah dengan adanya penilaian kinerja guru... (PKG) yang diverifikasi dan diuploud oleh pengawas bina ptk ybs.
Kekhawatiran saja, jika pkg itu dilakukan hanya sebatas formalitas tanpa dilakukan penilaian secara real...
Penomena ini bisa saja terjadi.... bagi oknum tertentu..
Jika dilaksanakan PKG akan terjadi filterisasi antara yg layak dan tidak layak terbit SKTP.... sehingga tidak sebatas angka 24 saja tetapi harus penggunaannya dalm bentuk KBM
Pertanyaannya ;
1. Apakah pkg per 3 bulan?
2. Apakah pkg per 6 bulan?
Dan hasilnya harus dan sama untuk Pengajuan Angka Kridit.. (PAK)....

Mudah-mudahan bukan OPS lagi yg ngerjakan. Amiin...



Link CEK Tunjangan Dikdas :
(NEW) http://223.27.144.195:8084
(NEW) http://223.27.144.195:8085/index.php
(NEW) http://223.27.144.195:8086/
(NEW) http://223.27.144.195:8086/index.php
(NEW) http://223.27.144.195:8087/
(NEW) http://223.27.144.195:8088/
(NEW) http://223.27.144.195:8089
Link baru. silahkan cek Tunjngan DIKDAS anda disini :
http://223.27.144.195:8081/index2.php

















Sabtu, 14 Maret 2015

PKG Tugas Siapa ?????


PK Guru yang akan diterapkan tahun ini (Harusnya sejak tahun 2009) sesuai amanat Permenegpan RB nomor 9. Tusi ini terkait denganpembinaan karir jadi sesuai dengan Organisasi dan Tata Kerja kemdikbud (OTK Kemdikbud/Permendikbud nomor 1 tahun 2012) melekat pada direktorat PTK. ( Info dari Bapak Tagor Alamsyah P2TK Dikdas )




Kita Lihat wacana tersebut apakah memang harus kembali menjadi rutinitas pekerjaan Operator Sekolah ??????
Tentu saja Pengentryan NIlai PKG adalah Tugas PENGAWAS 
CMIIW