Minggu, 15 Maret 2015

GORESAN PENA SANG TERBUANG

Bahasa Tingkat tinggi dalam Diplomasi..
Apalah guna Diplomasi bila Sikap sama-sama merasa paling benar bukan saling membutuhkan,
dalam Berdiplomasi hilangkan sifat merasa "Waahh" dari kubu Lawan,Kubu lawan pun demikian,..
perdamaian akan terwujud bila sama-sama mengakui kebenaran, kebenaran yang murni dari Hati,
serta Suara Insan yang telah lelah melihat peperangan..

ini Bukan Wall Street, dimana Pialang Saham berebut keuntungan dan menggunakan Diplomasi sebagai Topeng demi sebuah keuntungan..
Budaya kita, budaya Musyawarah, Budaya Turun Temurun NKRI,Perang Proyektil, Perang Opini,
dan Argumentasi tidak akan pernah menyelesaikan sebuah masalah, melainkan melahirkan Duka,duka yang akan dirasakan dan tercatat dalam Sejarah..


Musyawarah dapat digunakan untuk mendapatkan solusi untuk menghadapi berbagai masalah dalam hidup bermasyarakat.
Masalah tersebut meliputi ekonomi, pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.
Setiap peserta musyawarah memiliki hak yang sama dalam mengutarakan pendapat dan memiliki kewajiban yang sama untuk menjalankan hasil keputusan musyawarah,
sehingga terdapat persamaan hak antara semua peserta musyawarah, tidak perduli apapun jabatannya.
Musyawarah juga tidak membedakan status sosial, tanpa perlu mengalang simpati atau empati, jalankan Musyawarah..
Tidak perlu kalian yang menilai layak atau tidaknya hasil Keputusan Musyawarah, NKRI adalah Negara yang memegang Mufakat,.
biarkan kami yang menilai hasil keputusan dari Diplomasi yang kalian lakukan diatas sana,
yang membutakan kami dengan Opini-Opini yang bersifat mengaburkan kesalahan-kesalahan pihak yang sedang berdiplomasi..
Kami cuma menginginkan hasil Keputusan bersama dan tertuang dalam sebuah Putusan baru, bukan Keputusan sepihak..

CMIIW





Tidak ada komentar:

Posting Komentar